Skip to main content
Ringkasan buku Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia (Dr.Ir. Lailan Syaufina, M.Sc)
Perilaku api diengaruhi
oleh unsur-unsur dalam segitiga lingkungan api yaitu bahan bakar (sifat dan
kadar airnya), cuaca (radiasi matahari, suhu udara, kelembaban relatif, curah
hujan, angin, petir), dan topografi (aspek, elevasi, daerah curam, tebing, dan
jeram). Oleh karena itu, perilaku api selalu berubah menurut waktu, ruang atau
keduanya yang berhubungan dengan perubahan unsur-unsur lingkungan tersebut.
Dampak kebakaran
terjadi terhadap berbagai hal, yaitu tanah, air, vegetasi, udara. Dampak
kebakaran terhadap tanah dibagi menjadi tiga yaitu dampak kebakaran terhadap
fisik tanah (struktur tanah, porositas tanah), dampak kebakaran terhadap sifat
kimia tanah (bahan organik, unsur hara seperti N, P, K), dan dampak kebakaran
terhadap sifat biologi tanah. Dampak kebakaran terhadap air yaitu intersepsi,
evapotranspirasi, infiltrasi, simpanan air tanah. Dampak kebakaran terhadap
vegetasi (tumbuhan langsung mati oleh kebakaran yang cuku parah). Dampak
kebakaran terhadap udara (asap, CO2, H2O, co, bahan partikel, hidrokarbon,
Nitrogen dan Sulfur Oksida, radial-radial bebas, fraksi organik).
Penggunaan api dalam
sistem pertanian/perladangan di lahan gambut banyak diterapkan pada beberapa
daerah, salah satunya adalah Pertanian menetap di daerah Sungai Selamat Kabupaten
Pontianak melakukan penyiapan lahan yaitu dari menentukan lokasi lahan
penanaman (bertopografi datar dengan luas 1000-1500
), penebasan (memotong semak tumbuhan
bawah, dan pohon yang berdiameter
), pengeringan (dilakukan selama lima hari
sampai 1 minggu), pembakaran I (dengan teknik ring gering), pencangulan (areal yang dibakar dicangkul untuk
meratakan bongkahan tanah) pembuatan bedengan (untuk penanaman dibuat bedengan
dengan ukuran 1,5 m x 10m x 15m), pembakaran II (gulma dan sisa tanaman yang
sudah dikumpulkan di rumah abu dibakar hingga menjadi abu), hingga penaburan
abu (ditaburkan ke seluruh bedengan untuk memperbaiki kesuburan tanah).
Dilanjutkan dengan budidaya tanaman yaitu dari penaburan benih (benih tanaman
sayur, bedengan ditutup untuk melindungi pertumbuhan benih), penanaman
(dipindahkan ke bedengan lain yang sudah ditaburi abu), waktu penanaman
dilakukan sepanjang tahun.
Selain pada gambut,
teknik penggunaan api pada sistem pertanian/perladangan di lahan kering juga
ada yaitu salah satunya pada perladangan suku Dayak Kanayang di Desa Pahauman
Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Adapun kegiatannya adalah I. penyiapan
lahan yaitu pemilihan lokasi (hutan muda dan hutan tua), ukuran ladang (1,28
ha-2,4 ha), penebasan dan penebangan (pada bulan Juli yaitu 10 orang),
pengeringan ( 1 bulan untuk hutan tua, dan 2-3 minggu untuk hutan muda),
pembakaran (pada bulan Agustus, dilakukan dengan carapembakaran dari atas ke
bawah pada daerah yang berlereng namun setelah setengah lan terbakar, dilakukan
pembakaran dari bawah), II. Budidaya tanaman yaitu menanam tanaman yang biasa
ditanam seperti padi, sayur, mentimun, dan keladi. Alat penanaman yang
digunakan adalah tugal, biasanya dilakukan pada bulan Oktober.
Hadisuparto (1999b)
mengatakan kebakaran lahan gambut sangat signifikan, yang paling utama adalah
hilangnyabiomassa dan keanekaragaman hayati, hilangnya sumberdaya gambut,
terjadinya proses subsidera, serta hilangnya fungsi penyerapan karbon.
Disamping itu semua, kebakaran gambut menghasilkan asap yang apabila dihirup
akan sangat berbahaya bagi kesehatan dan akan sangat mengganggu transportasi
udara. Kebakaran hutan berdampak terhadap sifat-sifat tanah secara bervariasi
yang tergantung pada beberapa faktor, seperti tipe tanah, kadar air tanah,
intensitas dan lamanya kebakaran, waktu dan intensitas presipitasi setelah
hujan (Chandler et al, 1983 a).
by: Haryono
Comments