Sunday, November 26, 2017

Taik lu, Goblok vs Keberpihakan, merangkul semua kalangan...

 

Ketika aku memikirkan tulisan ini yang sedikit, ya bisa dibilang kontroversial, pasti ada yang membaca dengan beda pandangan denganku, dan akan mengejek, memaki, atau apalah. Tapi tak apalah, Aku memang lagi pengen nulis ini...

Kata-kata yang kasar dan kadang emosi berapi-api, siapa lagi kalau bukan gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Ahok. Tidak jarang kita melihat aksinya yang memaki dengan mulutnya, kita bisa lihat di youtube bebrbagai aksi tersebut. Yang kadang membuat kita berpikir, apa-apaan sih dengan pemimpin ini. Dan mulutmu adalah harimaumu. Gak bisa kau jaga, yah bakalan liar deh...

Tapi tak bisa kita pungkiri kredibilitas dan sepak terjang Gubernur yang satu ini. Pengalamannya sebagai birokrat sebelum menjadi gubernur menjadi modalnya yang cukup untuk melakukan tugasnya dengan baik. Bukan main-main, dia menunjukkan bagaimana dia adalah seorang pelayan Jakarta, yang siapa bekerja kapanpun demi kenyamanan warga Jakarta, sekali lagi kenyamanan warga jakarta...

Ruang terbuka hijau, taman bermain, sungai atau bisa dibilang tempat sampah berair disulap menjadi bersih, banjir yang segera ditangani dengan baik, tata kota, pembangunan yang tak pernah atau lelet selama ini, padahal uang seharusnya cukup untuk itu semua, tapi zaman ahok lah, koruptor pada gigi jari deh. Tidak takut dengan kepemimpinannya tang transparan.. Semua bisa dijelaskan dengan lugas dan jelas, karena dia mengerti dengan apa yang dia lakukan.... Semakin baik prestasinya, semakin maju kotanya, semakin sejahtera warganya, semakin beringas lawannya...

Dengan mencari kesalahan dalam kepemimpinannya selama menjabat menjadi gubernur, tak bisa ditemukan karena tak ada, kecuali satu, mulutnya. Dia memakin orang yang pantas memaki. Aku tertarik dgn pnjelasannya yang gini, " seandainya ruang kerja gubernur kebakaran, saya tau jalan keluarnya, dan yang lain tidak tau jalan keluarnya, saya berlari menuju pintu keluar, dan yang tidak tau dari pintu yang lain, sehingga terjadi tabrakan pendapat, jadi saya bilang goblok", kira-kira gitu, lupa-lupa ingat. 

Dan Buni yani pun berhasil mengangkat isu, dan digoreng deh itu habis-habisan sampai berjilid-jilid, sampai-sampai bakalan ada reuni jilid 212, bang rizieq bakalan datang katanya dengan syarat dia bebas tuntutan (enak aja).

Ahok dituntut 1 tahun, dan dipenjara 2 tahun, luar biasa, lebih lama tari tuntutan. selang beberapa saat para hakim langsung naik pangkat, sungguh luar bisa yang di belakang mereka. dan Ahok sekarang berada di penjara dengan tulisan pesan singgkatnya kepada siapapun yang mau. hahaha...

Sekarang sudah hampir 2 bulan kepemimpinan Anies, sudah ada beberapa janji yang diingkari. rumah DP 0%, berubah menjadi DP )rupiah, yang dulunya rumah kayak di kampung-kampung alias tanahnya banyak, rupanya jadi rumah lapis, yang sama aja dengan rumah susun. Hahahaha. Dannnnn, itu hanya bagi mereka dengan gaji 7jt ke atas. Selamattt. 

 

Dan musim hujan pun datang dengan bulan BEr ber ber nya, dan Wellcome banjir. 58% itu kena banjir gak ya, dapat rumah gak ya. Kasian yang 42% jadi kena imbas begitu. 

Tanah Abang sembraut, dan sumber masalahnya adalah pejalan kaki, wow amazing...

Tuding 10 pembangunan besar periode sebelumnya tak memiliki AMDAL LALIN, haduhhh, dasar ga bener nih,.

Dannnnn, sekarang keberpihakan pun terjadi. RT diperbolehkan ngutip uang kebersihan. bakalan ada pasukan langit kahyangan ke tujuh, wkwkwk. 2 M, 23 M, 100an M... Baca berita juga dong ada apa dengan angka itu...

Ketika sang herder ganas penjaga uang rakyat tidak ada lagi, para anggota yang kelaparan dan kehausan pun lepas kendali, mencari mangsa dan mangsa, dengan naiknya 3 kali lipat anggaran DPRD Jakarta, wushhhhhh, angin lewat dulu. supaya sejuk, perawatan kolam  seharga 680 jt, kalah perawatan kolam mancur Monas yang 400an jt. Dan kita tau berapa luasnya...

Tapi apa mau dikata, itu lah keberpihakan. Berpihak kepada yang berkuasa, masyarakat  bukan urusan. Bisa kita lihat dengan penghapusan daging gratis buat KJP. aduh aduh... 

Sekarang mau menyesal? gak ada guna sih, sabar-sabar deh 5 tahun.  5 tahun itu sebentar kok, sebentar untuk memporakporandakan Jakarta lagi...

Transparan vs no transparan, nilai sendiri...

Salam Harjoshrian... 

No comments:

LIRIK LAGU TERBARU ROHAKKU - JUN MUNTHE