Skip to main content
Hindari Kata “Mungkin”, ”Barangkali”,dan ”Seandainya”
Penggunaan kata ini, ussahakan untuk kita
hindari. Coba kita ingat-ingat, dalam hal apa saja kita sering menggunakan kata
ini. Ya, benar sekali, ketika kita ragu, ketika kita tidak yakin, ketika kita
mencari alasan, dan lain-lain, yang semuanya mengarah ke tidak negative, atau
kompeten. Contohnya: “mungkin jawabannya sakit=tidak yakin” “mungkin dia lagi
sakit=mencari alasan” “mungkin dan mungkin”, marilah coba periksa diri kita. J
Kata ini juga sama aja negative nya. Orang yang
sering menggunakan kata seandainya, seandainya, aku menyimpulkan orang-orang
yang tidak tau bersyukur atas apa yang dia miliki dan dia alami. Contohnya:
seseorang melakukan usaha, temannya juga berusaha. Mereka sama-sama berusaha. Dia
pun mendapatkan untung, temannya itu juga mendapatkan untung, tapi untung
temannya tadi lebih besar. Karena perbedaan cara usaha. Maka tanpa disadari,
dia akan berkata “Seandainya aku melakukan seperti yang dia lakukan, pasti aku
juga punya untung yang besar”. Jelas kelihatan bukan, bagaimana penggunaan kata
seandainya ini menunjukkan dia tidak bersyukur. Seandainya aku kaya raya,
seandainya aku punya pacar cantik, seandainya aku punya motor yang keren, dan
lain-lain.
Comments