
Aku
beri contoh, dalam permainan sepakbola. Yang jago main sepak bola, sering kali
mengatur-ngatur pemain lainnya. Kalau temannya yang pintar juga, pasti akan
ikut mengatur juga, jadi ada dua pemikiran yang membuat permainan tidak lancar,
tapi kalau temannya kurang berpengalaman, dia akan nurut-nurut aja, karena
yakin yang jago main tadi lebih mengerti daripada dia, jadi permainan berjalan
lancar. Contoh satu lagi, aku kemarin membaca komik tentang dokter jantung. Dia
sangat master dalam bidang itu, tapi membutuhkan dua asisten dalam operasi yang
akan dilakukannya. Karena pihak rumah sakit kurang suka dengan dokter ini, ia
memberikan asisten yang kurang berpengalaman dalam membantu operasi itu. Ketika
mau mulai, si asisten mereka gugup karena mereka belum berpengalaman, tapi
dokter itu berkata tenang, ikuti saja perintahnya, jangan memikirkan hal lain.
Tanpa disadari, itulah yang diinginkan sang dokter agar operasi itu lancar.
Asisten tadi karena kurang berpengalaman, menurut saja dengan instruksi dokter.
Si dokter mengatakan kalau lebih baik baginya yang kurang berpengalaman, sehingga
tidak banyak komplen, tapi kalau yang berpengalaman akan jadi susah, karena
banyaknya komentar dari mereka.
Baca cerita
lainnya di READ MORE
Salam
HarjoshRian
Comments